Kelas Training Swasta Lainnya

Training Operational Risk Management in Banking 2026–2027

Training Operational Risk Management in Banking 2026–2027

Training Operational Risk Management in Banking 2026–2027

DESKRIPSI

Training Operational Risk Management in Banking 2026–2027 dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memantau risiko operasional pada industri perbankan. Risiko operasional dapat timbul akibat kegagalan proses internal, kesalahan manusia, gangguan sistem, maupun kejadian eksternal yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial, gangguan layanan, dan risiko reputasi bagi bank.

Peserta akan mempelajari kerangka kerja manajemen risiko operasional, identifikasi dan penilaian risiko, penerapan Risk and Control Self-Assessment (RCSA), pencatatan kejadian kerugian, Key Risk Indicators (KRI), serta penguatan pengendalian internal. Materi juga membahas risiko fraud, kesalahan transaksi, gangguan teknologi informasi, keamanan siber, kesinambungan bisnis, dan pelaporan risiko sesuai kebijakan internal serta ketentuan regulator yang relevan.

Melalui pembahasan praktis dan studi kasus perbankan, peserta diharapkan mampu mengevaluasi kelemahan proses operasional, menyusun langkah mitigasi, serta meningkatkan efektivitas pemantauan risiko secara berkelanjutan. Training ini relevan bagi profesional Risk Management, Operational Risk, Internal Audit, Compliance, Branch Operations, IT Risk, Finance, serta pejabat dan staf bank yang terlibat dalam pengelolaan risiko operasional.

Tujuan Training Operational Risk Management in Banking 2026–2027

  1. Memahami konsep, prinsip, dan ruang lingkup risiko operasional dalam perbankan.
  2. Mengidentifikasi sumber dan kategori risiko operasional yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank.
  3. Memahami kerangka kerja manajemen risiko operasional sesuai kebijakan dan ketentuan yang relevan.
  4. Mampu melakukan identifikasi, pengukuran, dan penilaian risiko operasional.
  5. Memahami penerapan Risk and Control Self-Assessment (RCSA).
  6. Memahami penggunaan Key Risk Indicators (KRI) untuk pemantauan risiko.
  7. Mampu mengevaluasi efektivitas pengendalian internal dan merancang mitigasi risiko.
  8. Memahami pencatatan, analisis, dan pelaporan kejadian kerugian operasional.
  9. Memahami pengelolaan risiko teknologi informasi, fraud, dan gangguan operasional.
  10. Mampu menyusun rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan ketahanan operasional bank.

Materi Training Operational Risk Management in Banking 2026–2027

1. Fundamental Operational Risk Management in Banking

  • Konsep, karakteristik, sumber, dan kategori risiko operasional dalam aktivitas perbankan.
  • Hubungan risiko operasional dengan risiko kepatuhan, risiko teknologi informasi, fraud, serta risiko reputasi.

2. Operational Risk Governance and Regulatory Framework

  • Kerangka tata kelola risiko operasional, pembagian tanggung jawab, dan penerapan prinsip manajemen risiko pada bank.
  • Peran direksi, dewan komisaris, unit manajemen risiko, audit internal, dan unit bisnis dalam pengendalian risiko operasional.

3. Risk Identification, Assessment, and Measurement

  • Identifikasi risiko berdasarkan proses bisnis, aktivitas transaksi, sistem, sumber daya manusia, dan faktor eksternal.
  • Teknik penilaian kemungkinan dan dampak risiko, penyusunan risk register, serta penentuan tingkat risiko berdasarkan metodologi perusahaan.

4. Risk and Control Self-Assessment (RCSA)

  • Tahapan pelaksanaan RCSA untuk mengidentifikasi risiko inheren, mengevaluasi efektivitas kontrol, dan menentukan risiko residual.
  • Penyusunan rencana mitigasi berdasarkan kelemahan pengendalian serta prioritas risiko pada unit kerja perbankan.

5. Key Risk Indicators (KRI) and Loss Event Management

  • Penentuan KRI, ambang batas risiko, mekanisme pemantauan, dan eskalasi ketika indikator melewati batas yang ditetapkan.
  • Pencatatan, klasifikasi, analisis akar penyebab, dan pelaporan kejadian kerugian operasional untuk mendukung perbaikan kontrol.

6. Internal Control, Fraud, and Compliance Risk

  • Penguatan pengendalian internal melalui pemisahan tugas, otorisasi transaksi, rekonsiliasi, supervisi, dan pemeriksaan berkala.
  • Identifikasi indikasi fraud, kesalahan proses, pelanggaran prosedur, serta evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan internal dan ketentuan regulator.

7. IT Risk, Cybersecurity, and Business Continuity

  • Pengelolaan risiko sistem informasi, gangguan layanan digital, keamanan data, akses pengguna, dan ketergantungan terhadap pihak ketiga.
  • Penerapan Business Continuity Management (BCM), rencana pemulihan bencana, serta pengujian kesiapan operasional dalam menghadapi gangguan.

8. Operational Risk Reporting and Case Study

  • Penyusunan laporan risiko operasional, pemantauan tindak lanjut, serta penyampaian informasi risiko kepada manajemen.
  • Studi kasus risiko transaksi, gangguan sistem, fraud, dan kelemahan kontrol untuk menyusun rekomendasi mitigasi yang terukur.

METODE Training Supervisor Profesional: Supervisory Skills dan Team Management 2026–2027

  • Presentation
  • Discussion
  • Case Study
  • Evaluation
  • Pre test & Post Test

NARASUMBER BIMTEK TRAINING

Narasumber Kami Berpengalaman Sescara Teori Dan Praktek  Selama 35+ Tahun Tersertifikasi Nasional Dan Internasional Dan Tersebar Di Seluruh Indonesia

 LOKASI PELAKSANAAN 77 KOTA DI INDONESIA

  1. Yogyakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  2. Jakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  3. Bandung ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  4. Bali ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  5. Surabaya ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  6. Malang ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  7. Samarinda ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  8. Balikpapan
  9. Makassar
  10. Batam
  11. Semarang
  12. Manado
  13. Jayapura
  14. Sorong
  15. Medan
  16. Dst

 Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan

Benefit Apa Saja yang Didapatkan Peserta

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan (By Request)
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or backpack (Tas Training) Dan Jaket
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

INFORMASI PENDAFTARAN DAPAT MENGHUBUNGI ADMIN KAMI

  • ANDIN  0821 2532 7248
  • ALIA  0812 3459 4527

❓ FAQ Training Operational Risk Management in Banking 2026–2027

1. Apa itu Operational Risk Management dalam perbankan?

Operational Risk Management adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memantau risiko kerugian akibat kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, maupun kejadian eksternal.

2. Apa fokus utama training ini?

Training berfokus pada kerangka manajemen risiko operasional, penilaian risiko, RCSA, KRI, pengelolaan kejadian kerugian, pengendalian internal, risiko fraud, risiko teknologi informasi, dan kesinambungan bisnis.

3. Mengapa manajemen risiko operasional penting bagi bank?

Manajemen risiko operasional membantu bank mengurangi potensi kerugian, menjaga keandalan proses transaksi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung kepatuhan dan ketahanan operasional.

4. Apa yang dimaksud dengan Risk and Control Self-Assessment (RCSA)?

RCSA adalah proses penilaian mandiri oleh unit kerja untuk mengidentifikasi risiko dalam aktivitasnya, mengevaluasi efektivitas pengendalian, dan menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.

5. Apa fungsi Key Risk Indicators (KRI)?

KRI merupakan indikator yang digunakan untuk memantau perubahan tingkat risiko dan memberikan peringatan dini ketika kondisi operasional menunjukkan potensi peningkatan risiko.

6. Apakah training membahas risiko fraud di perbankan?

Ya. Peserta mempelajari identifikasi indikasi fraud, kelemahan pengendalian internal, penyimpangan prosedur, serta langkah pencegahan dan pelaporan sesuai kebijakan yang berlaku.

7. Apakah risiko teknologi informasi dan keamanan siber dibahas?

Ya. Materi mencakup gangguan sistem, keamanan data, pengendalian akses, ketergantungan teknologi, serta kesiapan pemulihan layanan ketika terjadi insiden.

8. Apakah terdapat studi kasus dalam training?

Ya. Studi kasus digunakan untuk menganalisis kejadian risiko operasional, mengevaluasi efektivitas pengendalian, menentukan akar penyebab, dan menyusun rekomendasi mitigasi.

9. Siapa yang cocok mengikuti training ini?

Training cocok bagi staf dan manajer Operational Risk, Risk Management, Internal Audit, Compliance, IT Risk, Branch Operations, Finance, serta profesional perbankan yang terlibat dalam pengendalian risiko operasional.

10. Bagaimana cara mendapatkan informasi lebih lanjut?

Untuk informasi jadwal, biaya, proposal, dan pendaftaran, silakan hubungi Andin 082125327248 atau Alia 081234594527.

author-avatar

Tentang SAINSTARA

SAINSTARA adalah sebuah perusahaan swasta yang bersifat independen dan profesional yang bergerak di bidang jasa konsultasi, pendidikan, dan pelatihan. Memberikan peningkatan standar baru persaingan SDM. Dalam kondisi ini, setiap perusahaan menginginkan untuk bisa bertahan dan berkembang serta harus bisa meningkatkan daya saing.